Putri Keyla dan Lelaki Bertudung Hitam #1

Selamat pagi, nona.

Jadi begini, hari ini saya ingin mendongeng untuk kamu. Kau duduklah diam-diam dan tenang. Saya akan menceritakannya pelan-pelan.


----------
Suatu hari, tersebutlah seorang ratu kerajaan yang cantik jelita. Kehidupannya damai penuh kebaikan. Kesahajaannya terhadap rakyat membuat ia begitu dicintai oleh rakyatnya. Raja sangat mencintai Ratu lebih dari sekadar segalanya. Suatu kali dalam musim salju, Ratu berdoa kepada langit.
"Wahai semesta, jika kau berbaik hati memberiku karunia anak, berikanlah anak terbaik. Dengan senyum manis dari bibir berwarna merah, wajah berseri dengan kulit putih bercahaya. Hiasi dirinya dengan hati yang sesuci salju."
Oleh sebab kebaikan hati sang Ratu, semesta serempak meneriakkan amin atas setiap semoga yang dipanjatkan Ratu.


Beberapa bulan berselang, doa sang Ratu terwujud. Ia hamil. Dalam proses mengandung, sang Ratu selalu bersenandung pelan sambil mengelus lembut perutnya. Sambil berdoa semoga anaknya kelak lahir dengan selamat dan tumbuh mendewasa dengan baik. Sembilan bulan kemudian. Sang Ratu akhirnya melahirkan. Seorang bayi perempuan dengan mata bulat permata yang hitam. Bibirnya yang semerah delima selalu menyungging senyum. Kulitnya yang putih memantulkan cahaya dari penerangan kamar.
Sang Raja memberinya nama, Keyla.


Keyla kecil begitu lincah. Tawa selalu menggantung dari bibirnya. Setiap hari ia bermain di taman kerajaan. Kegemarannya melihat kupu-kupu berterbangan dari bunga ke bunga. Pernah dalam suatu kesempatan Keyla berhasil meraih kupu-kupu ke dalam genggamannya. Rona ceria begitu tergambar dari wajah mungilnya yang lucu. Tapi kemudian Ratu memanggilnya dengan lembut, "Key, biarkan kupu-kupumu yang indah terbang bebas. Suatu hal yang indah, tak harus selalu tergenggam, biarkan ia terbang bebas menunjukkan keindahannya sendiri."
Maka, dilepaslah kupu-kupu itu. Hingga kembali berterbangan dari putik bunga yang satu ke putik bunga lain.


Keyla tumbuh mendewasa dengan kasih sayang yang baik dari kedua orang tuanya.
Kelembutan Ratu dalam berucap dan membelai, membuat Keyla tumbuh menjadi perempuan santun dan berempati. Raja begitu menyayangi Keyla, setiap hari ia tak pernah bosan menggendong Keyla ke atas pundaknya. Pernah suatu kali Raja membangunkan Keyla pada malam hari. Ia mengajak Keyla untuk ke taman dan melihat langit malam.
"Lihatlah, Key. Di sana ada bintang terindah, Venus. Ia hanya tampak dalam selang waktu yang lama. Perhatikan baik-baik. Indah, bukan?"

Dengan mata berbinar, Keyla memperhatikan bintang venus dari kejauhan. "Indah, ayah. Terima kasih banyak," Keyla memeluk Raja dengan erat. Lalu dengan lembut Raja mengelus kepala Keyla dengan penuh cinta.


Keyla tumbuh dewasa dengan pesona menawan. Jelita kecantikannya tersohor sampai ke kerajaan lain. Kerajaan kerap menerima surat yang berisikan tawaran lamaran dari pangeran-pangeran kerajaan lain. "Anakku, kau sudah tumbuh dewasa. Ini saatnya bagi kamu untuk memulai lembar hidup baru. Mencari teman hidup hingga tutup usia," Raja berkata kepada Keyla dalam sebuah santap siang.
"Baik, ayah. Aku siap."


Maka keesokan harinya, Raja mengumumkan kepada setiap perwakilan kerajaan lain untuk datang dalam malam perjamuan. Selain untuk menjalin hubungan yang baik antar kerajaan, perjamuan dimaksudkan untuk mencari pangeran terbaik untuk Keyla. Berkumpullah setiap pangeran dari kerajaan dari negeri antah berantah. Menyungging senyum mencoba menarik perhatian Keyla.


Alunan musik dimainkan. Pelan-pelan, setiap orang mulai berdansa mengikuti irama lagu. 
Dalam kesempatan itu, Keyla menyapu pandangan ke seluruh ruangan. Melihat satu dari sekian banyak pangeran yang mampu memikat hatinya. Tapi selama itu pula Keyla merasakan hampa. Tak menemukan siapa-siapa. Dalam keadaan Keyla yang bergeming, tiba-tiba ada seorang pangeran yang mendekatinya.

"Putri Keyla, marilah berdansa denganku," ucap pangeran itu sambil mengulurkan tangannya.
"Eng. Engh.. Iii iya..," ucap Keyla kaget.

Dalam kesempatan berdansa itu, mereka saling beradu pandang, lalu mulai larut dalam irama. Sesekali pangeran menggoda. "Perkenalkan Putri, nama saya Tirta. Dari kerajaan seberang. Kau terlihat begitu cantik dan menawan malam ini."


Raja dan ratu melihat mereka berdua berdansa dengan antusias. 
Hingga lagu berakhir.


Waktu telah menunjukkan tengah malam. Undangan mulai pulang satu persatu. Dalam kesempatan terakhir, raja berbisik pelan kepada Pangeran Tirta, "Nak, silakan datang lagi pekan depan. Jemput Keyla. Aku memberimu waktu satu tahun untuk saling mengenal dan saling memahami antara satu dengan yang lain."
Bukan kepalang senangnya Pangeran Tirta mendapatkan tawaran tersebut. Maka merunduklah ia di hadapan raja, memberikan salam hormat terbaik yang bisa ia lakukan.


Sepekan kemudian, pangeran datang kembali. Dengan senyum sumringah menjemput Putri Keyla untuk dibawa ke kerajaan Pangeran Tirta.
"Pergilah, nak. Temukan jati dirimu di luar sanaJaga dirimu baik-baik, ayah ibu mendoakanmu," ucap Raja kepada Keyla.

Selepas peluk terakhir, Keyla melangkah keluar istana. Berangkatlah mereka menuju istana kerajaan Pangeran Tirta, diiringi pengawal berkuda dan barisan prajurit pengaman kerajaan.

Sesampainya mereka di istana kerajaan Tirta, dengan anggun pangeran Tirta menggenggam tangan putri Keyla dan mengajaknya masuk ke dalam istana.

Di dalam istana, keluarga kerajaan sudah berkumpul dengan memasang wajah sumringah. Karena seorang putri jelita sedang berada di tengah-tengah mereka. Putri Keyla disambut dengan sangat ramah. Raja mempersilakan Keyla mencicipi hidangan terbaik yang disajikan oleh koki kerajaan.

Keyla merasa lega karena ia berada di dalam keluarga kerajaan yang baik dan ramah. Hari-hari Keyla di kerajaan Tirta diisi dengan berkeliling kerajaan, menemui rakyat, dan sesekali berkunjung ke danau atau taman-taman yang berada di sana bersama Pangeran Tirta.


Mereka mulai saling mengenal kepribadian masing-masing.
Dan pelan-pelan...
Putri Keyla jatuh cinta terhadap Pangeran Tirta.
Hari yang mereka lewati di bulan-bulan berikutnya menjadi terasa lebih indah. Karena bunga-bunga cinta sudah tumbuh mekar di hati mereka berdua.


--------------


Ah, bagaimana nona? Sudahkah kamu menikmati ceritanya?

Nanti akan kuteruskan, ada cerita menarik setelah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kategori Utama