sepiatu

hari ini banyak orang datang. tapi ibu sudah pulang. tidak ada teh hangat dibubuhi dua sendok gula, hanya dua dus air mineral. ayah bilang itu untuk suguhan para tamu, aku kira untuk menyejukkan kerongkonganku yang kering sejak semalam.

hari ini banyak orang pergi. tapi yang sepi bukan hanya rumahku sendiri. pun hati, seperti pasar ditinggal pembeli, seperti sampan ditinggal nelayan pulang. hanya ada angin gemerisik. itu pun dari jendela yang sengaja dibuka. karena tubuhku terlalu panas lewati hari yang kerontang sendirian.

hari ini banyak orang hilang. sejenak datang lalu pergi meninggalkan. tapi tidak ada luka paling menikam selain ditinggal oleh pelayat pulang.

hari ini banyak orang datang, pergi, dan meninggalkan. seperti ibu yang membiarkanku meringkuk sendirian. meratapi kehilangan hingga napas tersengal sesenggukan.
Selengkapnya

Kepada Kamu yang Masih Lelap Tertidur

Dira,

Pagi tadi, sebelum kamu membuka mata, kepalamu menelungkup pasrah di atas bantal. Ada gurat tenang dan nyaman yang tidak bisa aku jelaskan, seperti petualang yang telah menemukan telaga biru setelah perjalanan berminggu-minggu. Aku lupa kapan terakhir kali kamu tidur dalam keadaan tenang seperti itu, sebab dalam beberapa minggu terakhir, dengkur tipis dan igauan kerap mengganggu lelap malammu.

Pagi tadi, sebelum kamu membuka mata, ingatanku melayang pada saat di mana pertama kali aku mencintaimu. Di waktu itu, aku hanya seorang laki-laki patah hati. Yang kerap menghabiskan waktu berdua dengan bayangan atau bersendiri dengan puisi. Lalu kamu datang, dengan balon warna-warni dan kupu-kupu yang berterbangan. Membuat hitam menjadi terang, mengubah putih menjadi pelangi. Seketika, hidupku berubah selamanya. Menjadi bahagia sebagai cerita akhirnya.

Hari ini, perkenankan aku mengucapkan terima kasih. Pada adamu, pada dadamu, pada keberadaanmu di dalam dadaku. Yang melengkapi hidup dengan cukup. Yang mengisi hari setulus hati. Yang membuat tenang dan tenteram dalam-dalam.

Happy valentine’s day.

Aku mencintaimu.
Selengkapnya

Kategori Utama