Aku Ingin Tahu

Aku hampir gila menunggu lamanya kau membalas pesanku. Syukurlah bila kau baik-baik saja. Hampir-hampir aku ingin segera ke kotamu. Menuntaskan gebalau rindu yang mengusik setiap jejakku. Meninggalkan segala kewajiban dan rutinitas yang selama ini menahan hasratku. Aku aminkan segala doamu. Bahkan aku pun tak pernah alpha menyelipkan namamu dalam setiap sujud khusyuk sepertiga...
Selengkapnya

Tentang Cinta A Sampai Z

Aku yakin senyummu mengembang sesaat membaca suratku. Dada berdebar tak sabar ingin segera tahu perihal apa yang akan kutuliskan sekarang. Kau baca kata per kata dengan irama mengalun indah di jiwa. Memicingkan mata agar tak ada satu kalimat pun yang terlewat. Ah, maafkan aku yang terlalu lama membuatmu menunggu. Sebenarnya, tanpa perlu kau baca paragraf pertama dalam surat ini,...
Selengkapnya

Kunantikan Kesetiaan

Maafkan aku yang terlambat membalas suratmu. Aku ingin mengawali surat ini dengan ucap terima kasih kepadamu. Berkat doamu, ibu kini berangsur pulih. Belum sepenuhnya memang. Tapi setidaknya ia sudah mampu menopang tubuhnya untuk duduk. Semoga ini menjadi tanda kesembuhan untuknya. Kemarin, ibu menanyakan kabarmu. Ia juga bilang kalau sedang kangen dengan masakanmu. Rupanya...
Selengkapnya

Dengan Penuh Kecemasan

Aku telah membaca suratmu. Dada bergetar oleh amarah yang tak kutahu karena apa. Maafkan aku merusak suratmu yang itu. Sesaat setelah membaca, aku meremasnya tanpa sisa. Sudahi dulu tangismu. Seka air mata yang berderai deras di kedua pelupuk matamu. Biarkan dirimu tenang. Hilangkan semua kebimbangan dan kegamangan yang melanda pikiran. Tersenyumlah dengan kebahagiaan paling...
Selengkapnya

Hujan dan Kerinduan

"Subuh telah mengenakan sepatunya untuk pergi. Meninggalkanku yang sangsi merasakan gigil di antara rindu paling sepi." Pagi di kotaku hujan, Fa. Gerimis berderai sejak tadi malam. Seolah tak bosan mencipta basah dan dingin. Bagaimana dengan kotamu? Kuharap kau tidak merasakan hal yang sama. Meringkuk di sudut kamar berteman selimut tebal. Seperti aku. Disini. Dalam...
Selengkapnya

Keping Tiga Hati

"Rio.. Aku mau cerita!""Apa lagi, Deb? Masih tentang pacar kamu? Kan aku udah bilang, kalau kamu terus-terusan berbesar sabar kamu hanya akan dapat pelukaan.", ucap Rio dengan dengus bosan di gagang handphone miliknya. "Tapi Rio, aku udah sayang banget sama dia. Dan aku juga gak mau dia bersikap dingin terus seperti ini. Dia berubah Rio, gak seperti awal-awal aku kenal.", lanjut...
Selengkapnya

Kiat Sukses Permodusan

Selamat malam para perindu usang. Jiwa-jiwa yang merintih menantikan pelukan. Apa kabar.... hatinya? Urusan cinta dan perasaan jangan terlalu tergesa-gesa. Buang air besar aja butuh proses, apalagi perkara perasaan. Santai aja. Toh pada akhirnya semua akan tetap sesuai rencanaNya. Bukan begitu Kang Somay? Nah, dalam menantikan proses itu, ada hal yang semestinya tetap kita...
Selengkapnya

Masih Aku

Kamu menyesal? Perih pedih? Masih menyalahkan ego? Itu jalan terbaik. -katamu Maka jangan salahkan jika aku menjadi asing. Toh aku pun tak tahu bagaimana bersikap, selain diam dan bergeming. Kecewa? Aku lebih lara. Tapi aku tak akan menyalahkan sesiapa. Hei, bahagia menurutmu itu seperti apa? Membiarkan Tuhan mengatur segala? Mungkin iya. Tapi aku belum tahu apa-apa. Bagiku,...
Selengkapnya

GIVE AWAY PENA HATI

Hai. Selamat tahun baru :D Di awal tahun yang membahagiakan ini, saya mau bikin give away berhadiah buku saya yang pertama berjudul Pena Hati. Tanpa banyak basa-basi lagi, berikut ini saya sampaikan mekanisme kuisnya. 1. Kamu hanya perlu menuliskan #PenaHati-mu di media blog/tumblr/note...
Selengkapnya

Kategori Utama