maaf

aku tidak tahu mana yang lebih buruk. ketidakbecusanku untuk membuatmu bahagia atau kebodohanku yang kerap membuatmu terluka.satu buku sidu tebal tak cukup untuk menulis sederet kesalahan yang pernah aku lakukan. tiap kali mengingat wajahmu saat menangis kala itu, dadaku nyeri oleh perasaan malu dan hancur. menghimpit paru-paruku dengan sangat kencang hingga aku kesulitan untuk...
Selengkapnya

sepiatu

hari ini banyak orang datang. tapi ibu sudah pulang. tidak ada teh hangat dibubuhi dua sendok gula, hanya dua dus air mineral. ayah bilang itu untuk suguhan para tamu, aku kira untuk menyejukkan kerongkonganku yang kering sejak semalam.hari ini banyak orang pergi. tapi yang sepi bukan hanya rumahku sendiri. pun hati, seperti pasar ditinggal pembeli, seperti sampan ditinggal nelayan...
Selengkapnya

Kepada Kamu yang Masih Lelap Tertidur

Dira, Pagi tadi, sebelum kamu membuka mata, kepalamu menelungkup pasrah di atas bantal. Ada gurat tenang dan nyaman yang tidak bisa aku jelaskan, seperti petualang yang telah menemukan telaga biru setelah perjalanan berminggu-minggu. Aku lupa kapan terakhir kali kamu tidur dalam keadaan tenang seperti itu, sebab dalam beberapa minggu terakhir, dengkur tipis dan igauan kerap mengganggu...
Selengkapnya

Bagaimana Cinta Bekerja

Saya sering bertanya-tanya. Apakah ibu mencintai ayah? Apakah ayah mencintai ibu? Ataukah mereka sekadar saling berkompromi hidup bersama demi menjaga kami anak-anaknya. Sebesar apakah cinta dibutuhkan untuk membuat dua anak manusia bisa bertahan hingga usia tua?Pernah saya mendapati ibu menangis di dalam kamar sendirian. Air matanya jatuh dengan napas tersengal sesenggukan. Saya...
Selengkapnya

Pagi Itu, Kau Terbang Setinggi-tingginya

Untuk anakku, Alfiani Semalam hujan sedang lebat-lebatnya. Ibu jadi ingat, dulu biasanya kamu selalu senang bermain hujan-hujanan di belakang pekarangan rumah. Kau berlarian sambil tertawa-tawa sementara sekujur tubuhmu sudah basah kuyup hingga menggigil kedinginan. Lalu seperti biasa, ibu akan memarahimu dan memintamu untuk segera mandi dan mengeringkan badan. Sebab ibu tidak...
Selengkapnya

mimpi semalam

rindu adalah batu menghantam dadamu hingga biru malam tadi aku memimpikanmu, - lagi. setelah sekian lama kepalaku mati-matian menyembunyikan ingatan-ingatan tentang kamu. menaruhnya di balik kepala. dalam dan jauh. malam tadi aku mengaduh di antara hampa. berteriak dan meronta tanpa suara. hanya ada air mata yang jatuh. menahan sesak dan haru saat kembali tersadar bahwa kau...
Selengkapnya

untuk zaki

nak, ibu pernah bilang bahwa benar tak selalu mudah dan baik-baik saja. akan datang sebuah masa ketika untuk mencapai benar kau harus jatuh dan dijatuhkan, lusuh dan dilecehkan, atau bahkan wajahmu coreng moreng hingga berdarah-darah. tapi kau tak perlu takut, zaki. nak, tumbuhlah dengan berani. tetapkan hati dan jiwamu untuk selalu mantap berjalan di arah yang kau anggap benar-benar...
Selengkapnya

bagaimana jika?

bagaimana jika aku sudah berusaha mati-matian untuk melupakanmu, tapi ternyata dunia bahu membahu untuk membuat segalanya menjadi apapun tentang kamu? bagaimana jika aku sudah berusaha segila-gilanya untuk pergi dan menjauh, tapi ternyata segala kenangan malah tepat berada di ujung keningku? bagaimana jika aku sudah berupaya untuk hilang dan bersembunyi, tapi ternyata cinta selalu...
Selengkapnya

Kategori Utama