[Kultweet Mas Aih] Aku Percaya, Keluargaku Tangguh!


Sesuai janji. Mas akan kultwit tentang kehebatan ummi dan keluarga. Kenapa mas anggap hebat? Berikut kisahnya .... 

1. Saya lahir dari keluarga yang sederhana. Ayah sebagai buruh pabrik pembuat sepatu, ummi sebagai kuli cuci. Apa yang berbeda dari kami? 

2. Yang berbeda adalah harapan dan keinginan untuk mengubah keadaan. Ayah dan Ummi memiliki 4 anak. Semua putra. Dan saya anak yang kedua. 


3. Anak pertama berusia 24 tahun, ketiga berumur 18 tahun, baru lulus SMA dan si bungsu berusia 6 tahun, baru masuk MI. 



4. Dalam lemah kekurangan Ummi dan Ayah, mereka mampu menyekolahkan kami, ketiga putranya sampai ke jenjang perguruan tinggi. 



5. Life is like a box of chocolate, you will never know what are you gonna get. Kita bisa memesan bir, tapi kita tak bisa memesan takdir. 



6. Tak ada satu orang pun yang ingin dilahirkan dalam keluarga yang serba kekurangan. Semua inginkan hidup yang ramah. Begitu pun saya. 



7. Lalu, bagaimana caranya seorang kuli cuci dan seorang buruh pabrik mampu membuat saya dan kedua saudara saya mampu berkuliah? 



8. Adalah doa yang ummi panjatkan setiap shalat. 'Rabb, mungkin aku lemah di mata manusia, maka muliakan keluargaku dengan cahaya ilmuMu.' 


9. Saya haru mendengar doa ummi ketika itu (saat itu kelas 3 sma). Dan bertekad, bahwa saya harus mampu menjadi sarjana. 



10. Awalnya gamang. Bagaimana saya bisa kuliah tanpa membebani mereka? Maka saya putuskan untuk menunda pendidikan setamat SMA. 



11. Selepas SMA, saya memilih untuk bekerja di Jakarta. Bulan pertama, saya menjadi SPB di foodmart cilandak town square. 



12. Nyatanya, bekerja di ibukota jauh lebih kejam dari yang saya pikirkan. Bulan kedua, saya pindah bekerja ke Lottemart Gandaria City. 



13. Sebulan di Lotte mart, saya pindah tugas lagi ke PIM 2. Ada tawaran yang lebih baik. Sebagai remaja yang masih semangat, saya terima itu. 



14. Setiap pilihan, pasti memiliki konsekuensi dan resiko. Begitupun pilihan saya. Bekerja di PIM saya merasa bukan menjadi manusia. 



15. Tenaga saya diperah, macam jaman penjajahan saja. Datang jam 7, pulang pukul 5 sore. Praktis hidup saya hanya dihabiskan di jalan. 



16. Hal itu tentu membuat saya gusar. Maka saya putuskan untuk berhenti mengais rupiah di Jakarta. Mendengar ini, ummi merestuinya. 



17. Sebulan menganggur di rumah, membuat saya tak tenang. Jika terus begini, bagaimana bisa mewujudkan mimpi untuk kuliah? 



18. Suatu hari guru sma saya datang ke rumah. Menawarkan pekerjaan menjaga klinik herbalnya. Tanpa berpikir ulang, saya terima ajakan itu. 



19. Terhitung 8 bulan saya bekerja disana. Tak ada paksaan, begitu ikhlas menjalaninya. Sampai terlupa, ada hal yang belum saya wujudkan. 



20. Ya, saya lupa bahwa ada mimpi yang belum sempat saya wujudkan. Berkuliah. Tanpa sedikit pun membebani orang tua saya. 



21. Suatu hari, ada undangan dari adik kelas SMA. Isinya, mengajak untuk ikut nonton konser amal palestina di salah satu kampus Islam. 



22. Saat itu saya sedang bekerja. Maka saya menunggu waktu istirahat shalat baru kemudian berangkat ke kampus itu. Kebetulan dekat dg klinik. 



23. Sesampainya disana, konser amalnya sudah selesai. Mc menutup acara. Saya tak kecewa sebab tak lama setelah itu, Tuhan menunjukkan jalan. 



24. 'Ka Galih, ane abis ikut tes beasiswa masuk kampus ini. Antum ikut gih, siapa tahu lolos...' 



25. 'Serius? Dimana tesnya? Eh, ane pinjem pulpen ente deh. Gak bawa nih...' Saya beranjak menuju tempat tes yang dimaksud. 



26. Sesampainya di ruangan tes. Ternyata tesnya sudah selesai. Tuhan sedang bercanda dengan saya. 



27. Ka, saya mau tes beasiswa. Masih bisa ?|Aduh, maaf dek. Sudah selesai. Emang berapa orang?|Saya sendiri | Ya sudah, tp hanya 30 menit ya. 



28. Segera. Saya ikuti tes itu. Tes tahap pertama itu Psikotest. Tanpa persiapan lebih, insya Allah bisa diatasi. Masih inget lah sikitsikit. 



29. Selesai tes, panitia bilang bahwa pengumuman lolos tidaknya untuk tahap 2 akan diumukan via website. Seminggu berselang, -kata mereka. 



30. Hari hari setelah itu, saya jalani hari seperti biasa. Bekerja, bekerja, bekerja. Kembali lupa bahwa saya pernah ikut tes beasiswa. 



31. Selamat anda lolos tes selanjutnya. Tes 2 adalah tes potensi akademik. Mata pelajaran IPS, B.Inggris, Agama, MTK. Persiapkan diri anda. 



32. Sempat heran. Saya lulusan IPA, masa harus ngerjain soal anak IPS? Setelah itu, saya menghubungi teman2 SMA. Pinjam buku pelajaran. 



33. Seminggu itu saya habiskan untuk baca buku. Kalau gak ada bos dan pasien, curi-curi baca dan ngerjain soal. Hehehe 



34. Hari tes pun tiba. Saya tak telat kali ini. Persiapan. Dengan mengucap bismillah, saya kerjakan soal itu. 



35. Dua minggu kemudian, hasil tes keluar. Saya termasuk dalam 3 orang yang diterima dari siswa fresh graduate se-Jabodetabek. Alhamdulillah 



36. Pelajaran kedua: Usah kau pedulikan sebanyak apa kau gagal. Itu membantumu tuk menjadi lebih tangguh. 



37. Pulang ke rumah, saya laporan ke Ummi. 'Mi, aih kuliah. Besok ummi di suruh datang ke kampus untuk wawancara.' 'Hah? Kok bisa ih?' 



38. Ummi tak tahu perihal tes ini. Saya takut bikin ummi kecewa seandainya gagal. Maka biarkan saya mengikuti dulu serangkaian tes ini. 



39. Tangis ummi pecah mengetahui hal ini. Beliau merangkul, memeluk. Menangis di pundak saya. Sementara saya? Berbisik: 'Aih sayang ummi.' 



40. Saya mampu membuktikan kepada diri saya sendiri. Bahwa pertolongan dan kekuasaan Tuhan adalah pasti. Segala rencanaNya adalah kebaikan. 



41. Saat ini saya duduk di semester 3. Jurusan perbankan syariah. Satu hal yang dulunya hanya angan dan sebatas impian. 



42. Lalu bagaimana dengan kakak dan adik saya? 



43. Kakak saya menjalani semua dengan caranya. Ia menjadi relawan siaga bencana di dompet dhuafa. DMC Dompet Dhuafa, ciputat. 



44. Pada bencana letusan merapi dan kecelakaan pesawat sukhoi waktu lalu, ia ikut menjadi tim sar dalam pencarian korban. 



45. Tekad kami sama. Mampu berkuliah dengan cara sendiri. Tak membebani orang tua. 



46. Kini ia menjadi mahasiswa Tekhnik Informatika di salah satu perguruan tinggi swasta. Suatu hal yang dulu hanya sebatas angan dan impian. 



47. Pernah kita berjanji berdua. Bahwa kesulitan untuk berkuliah biar hanya kita yang merasakan. Adik kita, tak perlu merasakannya. 



48. Saya dan kakak memutuskan untuk menabung. Biar menjadi simpanan ketika si adik lulus SMA. 



49. Si adik, belum lama ini mendapat pengumuman kelulusan. Saatnya ia memasuki dunia baru. Kehidupan pasca lulus sekolah. 



50. 'Mi, kira-kira bowo bisa kuliah gak ya? Tapi kalau gak bisa juga gak apa-apa. Bowo kerja aja..' 



51. Ummi diam. Mungkin batinnya menangis. Saya yang mendengar itu, tak kuasa menahan air mata. 



52. 'Tenang mi, gak usah mikirin. Biar aih sama mas hendi aja yang mikirin. Ummi urusin arbi buat masuk sd aja..' -kata saya. 



53. Si adik, ikut tes snmptn. Alhamdulillah, belum lolos. - Itu bukan pilihan terbaik menurutNya. Tentu saja. 



54. Usah kau pedulikan, adik. Keputusan Tuhan adalah kebaikan, atau jalan menuju kebaikan. Maka, cukup kau yakini saja itu. 



55. Tabungan saya dan kakak ada 5.5jt. Saya serahkan ke adik saya. 'Silakan pakai untuk kuliahmu. Jangan sia-siakan...' Dia menangis. 



56. Saya membuktikan lagi kepada diri saya sendiri. Bahwa harapan akan selalu ada. Bagi mereka yang mau berusaha. 



57. 'Nak, kasih sayang Tuhan terkadang datang menemui kita dengan topeng berbentuk rasa sakit, kekecewaan juga luka. 



58. Namun bersabarlah. Niscaya, ia akan memelukmu dg bentuk aslinya. Pesona berseri yang bukan kepalang indahnya..' - kata ummi, suatu kali. 



59. Saya percaya bahwa segala rencana Tuhan adalah kebaikan atau jalan menuju kebaikan. Kalian juga kan? 



60. Semoga bermanfaat. Mohon doa semoga kami sekeluarga tetap bersabar dan bersyukur di jalanNya. Semoga kalian dapat meretas mimpi jadi nyata.





Ini adalah potret keluarga mas :))


Bersama Kakak Pertama, Hendi Johan Saputra
Yang moto si abang pertama :p



Bagi yang ingin mengikuti kicauan mas aih di twitter.
Bisa follow disini..

Klik disini

32 komentar:

  1. Si Abah mirip elo ya bang, adik lo juga mirip elo bang. Etapi kakak pertama mirip adik lo yang lulus SMA bang. Eh umi juga mirip deh #SalahFokus #Ditabok

    btw gue udah baca 3 kali, ditwitter, notes fb, di blog :))

    BalasHapus
  2. inspiring!
    speechless, kalian lebih dari sekedar hebat :)
    harus dicontoh..
    doa dan usaha,keduanya tdk bisa terpisahkan.

    BalasHapus
  3. Inspiring story :')
    kamu bisa, aku harus lebih bisa!! (9^^)9
    SEMANGAT!

    BalasHapus
  4. keluarga yang hebat,dengan doa,kemauan,dan usaha yang hebat pula,
    semoga slalu diselimuti berkah ya mas:')

    nangis bacanya,kita dalam keadaan yg sama mas,tapi entah keluarga Ika bisa kaya gitu enggak..semoga bisa :)

    BalasHapus
  5. semoga portingan ini dibaca Om Andy Noya ya. Inspiring!

    BalasHapus
  6. gak tau harus bilang apa. gue juga heran sama diri sendiri, udah sering denger/baca kisah nyata kayak gini tapi tetep aja masih males-malesan.

    amin, gue doain semoga mas aih sekeluarga kuat! semangat! ganbatte! toi toi! doakan saya juga biar sukses!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.
      Terimakasih.
      Kamu mampu menjadi lebih baik dengan caramu semdiri :))

      Hapus
  7. karna insya Allah, ada jalan kalo kata maher zein, yang penting kita tetep usaha, tawakal, pasrahkan, terus dan terus berdoa.. smoga para pembaca dari kaum menengah dan keatas membaca postingan ini dan semoga mereka bisa lebih menghargai apa yg mereka miliki ketimbang menghambur-hamburkan nya. kesuksesan buat mereka yg berjuang dengan keras dengan modal yg seadanya itu menjadi bonus, tapi untuk mereka yg diberikan fasilitas itu adalah kewajiban mereka untuk sukses. jadi tetep jalani proses dan tetep terus usaha. karna selalu ada jalan untuk mereka yg beriman :)

    nice post lih thanks for posting kemaren ga sempet nyimak soalnya.

    BalasHapus
  8. Ternyata jalan mas aih untuk kuliah ga sia sia , impiannya tercapai , ya ampun inspirator gue banget mas , maaf mas komentarnya ga panjang lebar , nice posting mas , semoga mas selalu sukses :)

    BalasHapus
  9. Udah baca di twitt kemarin,
    dan sekarang lebih enak lagi ketika baca disini.
    Jujur salut dan Subhanallah banget kisahnya.

    << Merasa belum melakukan apa" sebagai usaha untuk pencapaian masa depan -__-

    semoga Maz Aih sekeluarga tetap bersabar dan bersyukur di jalanNya. Semoga kami juga dapat meretas mimpi jadi nyata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pun aku, udah baca tweets-nya kemarin. Dan subhanallah memang luar biasa kisahnya masa ih :')

      Hapus
    2. Semoga menginspirasi untuk kebaikan selanjutnya :))

      Hapus
  10. Selebihnya ingin mendoakan aja untukmu, masa ih. Semoga kamu selalu diberikan kebaikan oleh Allah. Amin walhamdulillah. :)

    BalasHapus
  11. keren mas aih! jadi makin cinta :3 #eh *dikeplak wafa* :p

    BalasHapus
  12. Semangat Mas Aihhhh.. KITA PASTI BISA. There's will there's way (9^o^)9

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, ada jalan untuk mereka yang berpengharapan :D

      Hapus
  13. sukses terus ya mas buat keluarganya. makasi juga buat serita inspiratifnya :)

    BalasHapus
  14. aku bigung mau coment apa aih, jujur terharu bgt bacanya. sampe ada posting yg blg cukup dikau dan abgmu saja yg susah merasakan kuliah jangan adik kalian.. huaaaa berkaca-kaca aku bacanya sampe gemeteran sendiri tanganku.

    Tuhan itu maha adil yah yg lain boleh berkata tidak tapi tidak untuk kuasaNya. sukses trs bang untuk studynya yah.. moga kelak diberikan pekerjaan yang mantap dan bisa membahagiakan keluarga. amin....

    BalasHapus
  15. cool kak :) sukses terus ya kak. dunia masih berputar kok ^^v

    BalasHapus
  16. Waaaah.. Bagus bgt bwt motivasiii..

    Amiiiien Ya Robb.. Semoga Mas Aih bisa wujudkan mimpi2 lagi..
    SEMANGAAAT!! ^_^

    BalasHapus
  17. Haii, saya copas twitmu yg no. 57 yah.
    Terima kasih :)

    Semoga kesuksesan selalu mewarnai hari-harimu dan keluargamu. Keluargamu hebat!
    kapan ngebandung lg?

    BalasHapus
  18. mas aih, salam kenal. aku salah satu followermu di tweeter. aku ketemu akun mas aih memang belum lama tapi mudah-mudahan semangat mas aih bisa banyak membakar semangatku juga. aku punya mimpi pengen kuliah kayak mas aih, lulusan SMA 2011. sampai saat ini aku belum bisa kuliah mas, tapi aku masih terus berusaha mas. dan berpikir positif tentunya. terimakasih banyak motivasinya mas aih :)

    BalasHapus
  19. Saya paham betul bagaimana rasanya kecewa pasca lulus SMA. Tuhan Maha Adil dengan kekuatan doa, tekat serta usaha yang kuat seperti mas Galih, Astungkara saya bisa kuliah, bekerja dan pelan2 menyusun lembar2 mimpi agar kelak bisa jadi sebuah buku kemenangan dari sebuah perjuangan. Dari mas Galih saya akan belajar terus...

    BalasHapus

Kategori Utama