Pukul Dua Dini Hari

Hantu dari masa lalu itu datang lagi. Atau aku yang tak pernah benar-benar beranjak pergi? Malam ini aku mengenangmu, -lagi. Setelah sekian lama aku berlari di dalam kepalaku sendiri. Mencoba bersembunyi dari segala kenang dan ingatan tentangmu.  Tentang belai lembut jemarimu saat mengusap anak-anak rambutku. Tentang erat genggamanmu saat aku terjatuh. Tentang renyah suaramu...
Selengkapnya

Untuk Perempuan Paling Bawel Sedunia

Dari laki-laki paling ceroboh se-Jakarta. Sebentar. Sekarang giliran kamu yang mendengar. Aku ingin berbicara sedikit tentang betapa kamu sudah masuk begitu dalam ke dalam kehidupanku. Bukan saja soal asmara yang membuat kita hampir selama tiga tahun ini naik-turun, jatuh-bangkit, luka-bahagia dalam dinamika romansa. Aku punya waktu khusus untuk membicarakan itu. Ini tentang...
Selengkapnya

untuk si adik kecil

lalu langit pun hujan menangisi kau yang pergi menjauh kian jauh menuju Dia yang menjadikanmu menghidupi kehidupanmu untuk duduk dan berbaring di taman yang dipenuhi semerbak wewangian bunga meninggalkan segala pelik dan sakit luka dan duka yang ditawarkan dunia dan manusia demi menjemput singgasana yang telah tersedia atas kebaikan dan kemuliaan ketulusan dan ketabahan yang kau...
Selengkapnya

demikian

kita pernah merasakan kehilangan sesuatu yang bahkan tak sempat kita punya sebelumnya. menjadi pandir paling bodoh sedunia karena merasakan perih dari luka yang sebenarnya kita torehkan sendiri. cinta, —suatu kali, memang diciptakan dengan sebercanda itu. tak apa, rasakan semua luka itu secukupnya. atau bahkan bila perlu menangislah sekencang-kencangnya. biarkan itu menjadi semacam...
Selengkapnya

halo!

halo. selamat pagi. sudahkah matahari terbit dari mendung matamu. ataukah sendu masih setia membuatnya menjadi kelabu? halo. selamat pagi. masihkah aku menjadi ingin dalam anganmu? bayang yang kau cipta saat rindu menelusup lamunmu? halo. selamat pagi. masihkah kita menjadi cerita yang kau simpan di langit kepalamu? atau sudah ada semesta lain yang membuatmu terpaku? halo....
Selengkapnya

ini tentang seseorang yang memeluk bayangannya sendiri. merasa jiwanya telah mati selepas ditinggal pergi.

kita pernah, —pada satu fase ketika kita belum mengenalnya— menjadi seseorang yang berbahagia. memiliki selaksa alasan untuk tertawa. bergembira atas segala kesederhanaan hidup yang kita punya. lalu pada satu waktu. ia datang. dengan tingkah lucu dan memesona. membuat kita jatuh cinta dalam pikatnya yang paling pekat. rasanya dunia menjadi lebih istimewa dan sempurna. meski...
Selengkapnya

Selamat Merayakan Kehilangan

ada satu fase dalam hidup. suka atau tidak. terpaksa atau tidak. mau atau tidak. kau kehilangan banyak hal dalam waktu yang bersamaan. seolah dunia berkonspirasi untuk menarikmu jatuh ke lubang paling pengap yang gelap dan dalam. lalu kau meronta ingin keluar. terlepas dari segala kekang dan kembali naik ke permukaan. namun, alih-alih melihat cahaya, kau malah mendapati kakimu...
Selengkapnya

Kategori Utama