Selembar Doa Dari Hamba Yang Tak Berdaya


"Pada gelisah langit dan bumi. 

Getar angin memburu airmata. 
Sambil tengadah kupanjatkan sebaris doa. 
Lantaran ronta di dada semakin membuncah..." 

Tuhanku, izinkan aku mengaduh malam ini. Aku yang seringkali lalai bahkan mengabaikanMu. Terbiasa lupa untuk bersujud menghamba. Terbiasa menafikanMu dari setiap adaku. Malam ini dengan tangis pecah tersungkur di hadapMu. Bersimpuh dengan segala ketundukan dan kerendahan untuk meminta dalam setiap lembar doa. 

Mungkin Kau menggapku begitu hina, tiba-tiba datang ketika telah lama larut dalam lubang hitam bernama ke-alphaan. Kemudian Kau mengacuhkanku lalu berpaling kepada hamba-hambaMu yang selama ini lebih sering mengingatMu. Tapi dengan segala keyakinan hati, aku percaya bahwa Kau tak mungkin seegois itu. Dengan keluasan Rahman dan Rahim-Mu aku meyakini sepenuh hati bahwa Kau akan tetap tersenyum menyambut hambaMu yang dekil dan lusuh akan dosa dan kesalahan ini. 

Tuhanku. 
Kapan aku bisa mengerti semua? 
Kapan aku bisa ikhlas? 
Ingin tegar dan sabar. 

Andai aku tahu. 
Apa yang Kau suka. 
Apa yang baik menurutMu? 

Aku tak ingin salah. 
Tapi mengapa hati ini lelah? 
Sering kucari namun belum juga kutemui. 

Dimana? 
Ingin bertanya. 
Pada siapa? 
Hati? 
Kenapa hati peragu? 
Bahkan untuk mendengar, telinga pun tak mampu. 
Benarkah aku sanggup, Tuhan? 
Kalau begitu jangan tinggalkan aku. 
Temani aku. 
Setulus kasihMu. 

Tuhanku, kasihilah aku dengan tidak mengasihani aku. Setarakan aku sebagai manusia. Jangan kembali Kau hinakan aku dari segala lemah dan ketidakberdayaan ini. Aku yang papa, kotor, kumal dan tak berdaya akan semakin terpuruk bila kau menyelamatkan kesedihanku hanya karena rasa kasihan. Kasihi aku dengan belai lembut kasih sayangMu. Muliakan aku sebagai manusia yang selayaknya. 

Tuhanku, mungkin kau bisa saja berkata bahwa aku ini angkuh. Tapi tidak Tuhanku, sungguh. Apa yang dapat aku sombongkan dari segala lemah dan ketidakberdayaan? Sementara ke-mahabesar-an dan kekuasaanMu jauh melampaui segala batasan. 

"Tuhanku, 
Sebelum malam mengutukku menjadi debu. 
Ingin kukutuk malam-malam bersamaMu. 
Mengetuk pintu rahmatMu. 
Yang telah lama kutinggalkan. 
Di lorong-lorong waktu..." 

Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kategori Utama