Mas Aih

Lipstik

›
Semakin tua, ibu membeli lipstik dengan warna yang kian terang. Merah yang dulu disimpan lama sebelum dipakai, kini menempel tenang di bibir...

Dragon Ball, Isra Mi’raj, dan Shalat

›
Masa kecil selalu punya cara sendiri untuk tinggal lebih lama di ingatan.  Bagi sebagian orang, pagi diisi suara ibu di dapur.  Bagi saya, p...

maaf

›
aku tidak tahu mana yang lebih buruk. ketidakbecusanku untuk membuatmu bahagia atau kebodohanku yang kerap membuatmu terluka. satu buku sidu...

sepiatu

›
hari ini banyak orang datang. tapi ibu sudah pulang. tidak ada teh hangat dibubuhi dua sendok gula, hanya dua dus air mineral. ayah bilang i...

Kepada Kamu yang Masih Lelap Tertidur

›
Dira, Pagi tadi, sebelum kamu membuka mata, kepalamu menelungkup pasrah di atas bantal. Ada gurat tenang dan nyaman yang tidak bisa aku je...

Bagaimana Cinta Bekerja

›
Saya sering bertanya-tanya. Apakah ibu mencintai ayah? Apakah ayah mencintai ibu? Ataukah mereka sekadar saling berkompromi hidup bersama de...
2 komentar:

Pagi Itu, Kau Terbang Setinggi-tingginya

›
Untuk anakku, Alfiani Semalam hujan sedang lebat-lebatnya. Ibu jadi ingat, dulu biasanya kamu selalu senang bermain hujan-hujanan di bel...
8 komentar:

mimpi semalam

›
rindu adalah batu menghantam dadamu hingga biru malam tadi aku memimpikanmu, - lagi. setelah sekian lama kepalaku mati-matian menyembun...
›
Beranda
Lihat versi web
Diberdayakan oleh Blogger.